banner 728x250
Berita  

Puskesmas Ramah Ibu dan Anak Hadir di Denpasar Barat

Fasilitas kesehatan baru telah melayani warga sejak 1 Oktober dan menyediakan layanan persalinan selama 24 jam.

banner 120x600
banner 468x60

LensaBali melaporkan UPTD Puskesmas III Dinas Kesehatan Kecamatan Denpasar Barat yang dikembangkan sebagai Puskesmas Ramah Ibu dan Anak mulai memberikan pelayanan kepada masyarakat sejak 1 Oktober 2026 dan dijadwalkan diresmikan pada Selasa, 6 Oktober. Fasilitas baru ini menyediakan pelayanan persalinan selama 24 jam sekaligus menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kota Denpasar memperluas akses layanan kesehatan tingkat pertama.

Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara meninjau kesiapan fasilitas tersebut pada Minggu, 4 Oktober, bersama Ketua TP PKK Kota Denpasar Sagung Antari Jaya Negara. Pemeriksaan mencakup sarana, prasarana, serta kesiapan petugas sebelum peresmian resmi.

banner 325x300

Berdasarkan informasi Pemkot Denpasar, fasilitas tersebut dirancang menjadi salah satu percontohan pelayanan yang ramah, mudah diakses, berkualitas, dan lebih responsif terhadap kebutuhan ibu serta anak.

Pelayanan Sudah Berjalan Sejak 1 Oktober

Meski peresmian baru dijadwalkan pada 6 Oktober, warga sudah dapat memanfaatkan pelayanan di Puskesmas III Denpasar Barat sejak awal bulan.

Kepala UPTD Puskesmas III Denpasar Barat, Ni Luh Putu Candrawati, mengonfirmasi bahwa layanan BPJS Kesehatan sudah resmi dapat dimanfaatkan masyarakat.

Pelayanan tertentu tersedia selama 24 jam. Salah satunya adalah persalinan, sehingga masyarakat tidak harus menunggu jam layanan reguler ketika membutuhkan pertolongan kelahiran.

Fasilitas tersebut juga menyediakan layanan Damakesmas selama 24 jam. Kehadiran layanan berkelanjutan ini menjadi salah satu pembeda penting karena kebutuhan kesehatan ibu, bayi, dan kondisi kedaruratan tidak selalu muncul pada jam kerja.

Menurut laporan ANTARA, puskesmas telah memberikan pelayanan sejak 1 Oktober, termasuk persalinan 24 jam, sebelum peresmian resmi dilaksanakan.

Konsep Ramah Ibu dan Anak

Pengembangan fasilitas ini menempatkan ibu dan anak sebagai salah satu kelompok utama penerima manfaat. Namun, puskesmas tetap dirancang sebagai fasilitas kesehatan masyarakat yang bisa digunakan warga secara lebih luas.

Konsep ramah ibu dan anak tidak hanya berkaitan dengan ruang fisik. Pemerintah juga menekankan kualitas pelayanan, kenyamanan, kemudahan akses, serta kesiapan tenaga kesehatan dalam memenuhi kebutuhan pasien.

Jaya Negara berharap puskesmas tersebut dapat menjadi contoh bagi fasilitas kesehatan lain di Denpasar. Ia juga mengapresiasi petugas yang tetap mempersiapkan sarana dan pelayanan menjelang peresmian.

Menurut pemerintah kota, penguatan fasilitas kesehatan tingkat pertama diperlukan agar layanan tidak terpusat pada rumah sakit maupun puskesmas tertentu saja. Warga di Denpasar Barat diharapkan memperoleh alternatif layanan yang lebih dekat dengan tempat tinggal.

Persalinan 24 Jam Jadi Layanan Penting

Ketersediaan pelayanan persalinan sepanjang hari menjadi salah satu fungsi penting Puskesmas III Denpasar Barat.

Persalinan tidak dapat diprediksi hanya terjadi pada jam operasional normal. Karena itu, fasilitas yang dapat menangani kebutuhan tersebut selama 24 jam memberikan pilihan tambahan bagi keluarga, khususnya warga yang tinggal di sekitar Denpasar Barat.

Selain pemeriksaan rutin dan layanan kesehatan ibu-anak, puskesmas juga berfungsi menentukan rujukan ke fasilitas kesehatan tingkat lanjut.

Dengan pendekatan ini, fasilitas kesehatan tingkat pertama menjadi pintu gerbang utama pelayanan, bukan sekadar tempat berobat saat sakit.

Koneksi dengan BPJS Kesehatan memperluas jangkauan layanan bagi peserta jaminan kesehatan.

Pemerataan Pelayanan Kesehatan Denpasar

Pertumbuhan jumlah penduduk dan aktivitas perkotaan membuat kebutuhan layanan kesehatan di Denpasar terus berkembang. Fasilitas baru di Denpasar Barat menjadi bagian dari strategi pemerataan agar beban pelayanan tidak terkonsentrasi pada beberapa titik.

Pemkot Denpasar sebelumnya juga mendorong penguatan puskesmas pembantu dan fasilitas kesehatan tingkat pertama di berbagai wilayah. Pendekatannya adalah membawa pelayanan lebih dekat ke lingkungan warga.

Puskesmas III Denpasar Barat memiliki posisi penting karena wilayah ini merupakan salah satu kawasan dengan aktivitas permukiman dan mobilitas masyarakat yang tinggi.

Semakin dekat jarak layanan kesehatan dengan masyarakat, semakin cepat warga dapat memperoleh pemeriksaan awal. Kondisi ini penting terutama bagi ibu hamil, bayi, anak, lansia, serta pasien yang memerlukan pemantauan rutin.

Ketersediaan fasilitas tingkat pertama yang memadai juga berpotensi mengurangi ketergantungan terhadap rumah sakit untuk kebutuhan yang sebenarnya dapat ditangani pada tingkat puskesmas.

Peresmian Dijadwalkan 6 Oktober

Pemerintah Kota Denpasar menjadwalkan peresmian Puskesmas Ramah Ibu dan Anak pada 6 Oktober 2026. Namun, karena pelayanan telah berjalan sejak lima hari sebelumnya, masyarakat tidak perlu menunggu seremoni tersebut untuk mengakses fasilitas.

Tahapan menjelang peresmian difokuskan pada penyempurnaan kesiapan sarana, prasarana, tenaga kesehatan, dan alur pelayanan.

Bagi Pemkot Denpasar, keberadaan fasilitas baru ini juga menjadi kesempatan untuk membangun model pelayanan kesehatan yang lebih berorientasi pada pengalaman pasien. Tolok ukurnya tidak hanya jumlah fasilitas yang tersedia, tetapi juga kemudahan warga memperoleh layanan dan kualitas interaksi dengan tenaga kesehatan.

Setelah peresmian, perhatian akan beralih pada konsistensi pelayanan, pemanfaatan fasilitas oleh masyarakat, dan kemampuannya menjadi puskesmas percontohan seperti yang ditargetkan pemerintah kota.

Mulai beroperasinya Puskesmas III Denpasar Barat menjadi perkembangan baru layanan publik di ibu kota Bali. Dengan persalinan 24 jam, akses BPJS Kesehatan, serta konsep ramah ibu dan anak, fasilitas tersebut diharapkan memperkuat jaringan layanan kesehatan primer di Denpasar.

banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *