Lensa Bali mencatat Pemerintah Provinsi Bali menyiapkan 11 bus listrik Trans Sarbagita untuk mulai melayani masyarakat pada awal November 2026. Persiapan memasuki tahap akhir setelah enam fasilitas pengisian daya dipasang di dua lokasi di Denpasar, sementara pemerintah masih menyelesaikan administrasi hibah dan persiapan peluncuran armada.
Tiga charger dipasang di pool Dinas Perhubungan Provinsi Bali dan tiga lainnya berada di sisi utara GOR Ngurah Rai.
Menurut detikBali, Kepala Dishub Bali I Kadek Mudarta menyebut fasilitas tersebut sudah disiapkan untuk mendukung operasional harian armada listrik.
Sebanyak 11 Unit Sudah Tiba di Bali
Armada yang disiapkan berjumlah 11 bus.
Bus tersebut merupakan bagian dari program hibah yang melibatkan Global Green Growth Institute atau GGGI.
Kendaraan menggunakan karoseri Laksana asal Semarang dan sasis Hyundai dari Korea Selatan.
Seluruh unit telah tiba dan menunggu tahapan operasional.
Awalnya bus ditargetkan beroperasi pada Oktober.
Namun jadwal disesuaikan menjadi November.
Pemerintah masih menyelesaikan proses administrasi hibah dan persiapan peluncuran.
Seremoni peluncuran dijadwalkan pada 22 Oktober 2026.
Layanan penumpang kemudian direncanakan dimulai pada awal November.
Rute GOR Ngurah Rai hingga GWK
Pada tahap awal, bus listrik akan melayani koridor dari GOR Ngurah Rai.
Rute kemudian menuju kawasan Universitas Udayana dan berakhir di area Garuda Wisnu Kencana.
Koridor tersebut melewati kawasan dengan aktivitas cukup tinggi.
Mahasiswa, pekerja, wisatawan, dan masyarakat umum berpotensi menjadi pengguna.
Transportasi umum pada koridor tersebut penting karena kawasan Badung Selatan mengalami kepadatan kendaraan tinggi.
Kuta Selatan menjadi salah satu pusat pariwisata Bali.
Arus kendaraan menuju Jimbaran, Unud, dan GWK cukup besar.
Jika layanan berjalan baik, bus listrik dapat memberikan pilihan selain kendaraan pribadi.
Enam Charger Mendukung Operasional
Infrastruktur pengisian menjadi bagian penting dalam sistem bus listrik.
Berbeda dari bus diesel yang dapat mengisi bahan bakar dalam waktu relatif singkat, bus listrik memerlukan perencanaan pengisian daya.
Enam charger akan dibagi ke dua lokasi.
Distribusi tersebut memberikan fleksibilitas operasional.
Bus dapat dijadwalkan mengisi daya ketika tidak melayani penumpang.
Dishub perlu mengatur agar pengisian tidak mengganggu jadwal perjalanan.
Ketersediaan charger juga harus mempertimbangkan gangguan teknis.
Jika seluruh armada bergantung pada satu lokasi, kerusakan dapat berdampak besar.
Dua lokasi mengurangi risiko tersebut.
Jarak Tempuh Diklaim 250 Kilometer
Bus memiliki klaim daya jelajah sekitar 250 kilometer dalam satu kali pengisian.
Kadek Mudarta menekankan jarak aktual dapat berbeda.
Beban penumpang, cuaca, kondisi jalan, dan tanjakan memengaruhi konsumsi energi.
Rute ke wilayah selatan Bali memiliki karakter jalan yang bervariasi.
Beberapa bagian relatif datar, sedangkan jalur menuju kawasan tertentu memiliki perubahan elevasi.
Data operasi nyata menjadi penting.
Setelah armada berjalan, Dishub dapat mengetahui konsumsi energi rata-rata dan menentukan jadwal charging yang paling efisien.
Transportasi Listrik Jadi Pengalaman Baru
Penggunaan bus listrik dalam layanan reguler menjadi langkah penting bagi transportasi Bali.
Provinsi ini telah memiliki pengalaman dengan kendaraan listrik dalam berbagai kegiatan.
Namun menjalankan armada harian memiliki tantangan berbeda.
Bus harus tersedia secara konsisten.
Pengisian, servis, pengemudi, dan jadwal harus terintegrasi.
Keandalan menjadi hal penting bagi penumpang.
Masyarakat akan beralih ke transportasi umum jika waktu perjalanan dapat diprediksi.
Teknologi kendaraan tidak akan cukup jika frekuensi layanan terlalu jarang.
Tarif Masih Dibahas
Dishub Bali belum menetapkan skema tarif final.
Menurut Bali Post, pemerintah masih menentukan apakah layanan awal akan gratis atau menggunakan tarif tertentu.
Penetapan tarif harus mempertimbangkan kemampuan masyarakat dan biaya operasional.
Harga yang terlalu tinggi dapat mengurangi minat.
Namun subsidi juga memerlukan anggaran.
Pemerintah perlu melihat tujuan utama layanan.
Jika prioritasnya mengurangi penggunaan kendaraan pribadi, tarif harus cukup menarik.
Integrasi dengan layanan transportasi lain juga dapat membantu.
Evaluasi Menentukan Pengembangan Armada
Sebelas bus menjadi tahap awal.
Pemerintah belum memastikan penambahan armada.
Keputusan akan didasarkan pada evaluasi operasional.
Beberapa indikator dapat digunakan.
Jumlah penumpang menjadi salah satunya.
Ketepatan waktu, konsumsi energi, biaya per kilometer, dan kebutuhan perawatan juga penting.
Masukan penumpang dapat membantu memperbaiki layanan.
Jika permintaan tinggi, penambahan frekuensi dapat dipertimbangkan.
Namun jika tingkat penggunaan rendah, pemerintah perlu mengevaluasi rute atau jadwal.
Bus Listrik Bukan Hanya soal Emisi
Keuntungan kendaraan listrik sering dikaitkan dengan pengurangan emisi knalpot.
Namun manfaat transportasi publik lebih luas.
Satu bus dapat membawa banyak penumpang.
Jika orang yang sebelumnya menggunakan mobil atau sepeda motor beralih ke bus, jumlah kendaraan di jalan dapat berkurang.
Efek tersebut berpotensi mengurangi kemacetan.
Namun perubahan kebiasaan membutuhkan layanan yang nyaman.
Halte, informasi rute, pembayaran, dan waktu tunggu ikut menentukan keputusan masyarakat.
Tantangan Bali Ada pada Mobilitas
Bali menghadapi pertumbuhan kendaraan yang tinggi.
Kawasan pariwisata sering mengalami kemacetan.
Transportasi publik menjadi salah satu solusi jangka panjang.
Bus listrik memberikan kesempatan memperbaiki sistem sekaligus mengenalkan teknologi rendah emisi.
Namun keberhasilan harus diukur dari jumlah orang yang benar-benar menggunakannya.
Armada yang modern tetapi kosong tidak akan memberikan dampak maksimal.
Karena itu, peluncuran November akan menjadi tahap penting.
Dishub dapat melihat bagaimana masyarakat merespons koridor baru.
Data dari tahap awal akan menjadi dasar untuk pengembangan berikutnya.
Kehadiran 11 bus listrik Trans Sarbagita menjadi langkah baru transportasi Bali, tetapi kualitas layanan sehari-hari akan menentukan apakah program tersebut mampu menjadi alternatif nyata bagi kendaraan pribadi.

















