LensaBali menyoroti duel Real Madrid vs Inter yang menjadi salah satu pertandingan paling menarik pada pembukaan Liga Champions 2026/2027. Kedua raksasa Eropa akan bertemu di Santiago Bernabeu pada Rabu, 9 September dini hari WIB. Sorotan besar mengarah kepada Jose Mourinho karena pelatih asal Portugal itu kini memimpin Real Madrid dan harus menghadapi Inter Milan, klub yang pernah ia bawa meraih treble bersejarah pada musim 2009/2010.
Liga Champions musim ini langsung menghadirkan banyak pertandingan besar pada matchday pertama. Namun duel di Madrid memiliki cerita tambahan karena hubungan Mourinho dengan kedua klub. Ia pernah menangani Real Madrid pada periode 2010–2013, lalu kembali ke Bernabeu untuk periode kedua pada 2026. Sementara bersama Inter, Mourinho menorehkan salah satu pencapaian terbesar dalam kariernya.
Real Madrid vs Inter Jadi Ujian Pertama Mourinho
Mourinho kembali memimpin Real Madrid dengan ekspektasi sangat tinggi. Klub ibu kota Spanyol tersebut terakhir mengangkat Liga Champions pada musim 2023/2024 dan kemudian tersingkir pada babak perempat final dalam dua musim berikutnya.
Pada periode pertamanya bersama Madrid, Mourinho berhasil memenangi LaLiga, Copa del Rey, dan Piala Super Spanyol. Namun trofi Liga Champions tidak pernah masuk koleksinya bersama Los Blancos.
Madrid selalu berhenti pada semifinal kompetisi Eropa tersebut selama tiga musim kepemimpinan Mourinho.
Kini pertanyaan serupa kembali muncul: apakah ia merasa memiliki pekerjaan yang belum selesai?
Mourinho justru menolak anggapan tersebut. Ia menilai periode pertamanya sudah menjadi bagian masa lalu, sedangkan tantangan sekarang harus dipandang sebagai proyek berbeda. Sang pelatih juga mengingatkan bahwa Madrid telah meraih enam gelar Liga Champions sejak ia meninggalkan klub pada 2013.
Sikap Mourinho menjelang pertandingan dapat dibaca melalui pernyataan terbaru Mourinho jelang Liga Champions.
Mourinho Bertemu Klub yang Membesarkan Namanya di Eropa
Pertemuan melawan Inter tentu memiliki nuansa emosional.
Mourinho membawa Nerazzurri meraih Serie A, Coppa Italia, dan Liga Champions pada 2009/2010. Sampai sekarang, musim tersebut tetap menjadi salah satu periode paling dikenang pendukung Inter.
Menariknya, Cristian Chivu yang kini berada dalam struktur kepelatihan Inter pernah menjadi pemain Mourinho saat tim Italia tersebut menjadi juara Eropa pada 2010.
Sejarah itu membuat laga Real Madrid vs Inter bukan hanya duel antara dua klub besar. Ada hubungan panjang antara pelatih, pemain, dan memori kejayaan Eropa di dalamnya.
Namun Mourinho tentu tidak bisa terlalu larut dalam nostalgia. Madrid memulai kompetisi dengan tekanan untuk kembali menjadi kandidat utama juara setelah dua musim gagal menembus empat besar.
Madrid Punya Rekor Kuat atas Inter di Bernabeu
Sejarah pertemuan kedua tim cukup menguntungkan Real Madrid.
UEFA mencatat Madrid dan Inter telah bertemu 19 kali di kompetisi Eropa. Los Blancos meraih 10 kemenangan, sementara Inter menang tujuh kali.
Keunggulan Madrid semakin jelas ketika pertandingan berlangsung di kandang. Madrid memenangkan delapan dari sembilan pertemuan kandang menghadapi Inter dan hanya sekali kalah. Mereka juga memenangi tujuh laga kandang terakhir melawan klub asal Milan tersebut.
Dalam tujuh pertandingan terakhir secara keseluruhan, Madrid menang enam kali.
Statistik lengkap duel kedua klub tercantum dalam catatan Real Madrid vs Inter dari UEFA.
Meski demikian, sejarah tidak menjamin hasil pertandingan kali ini. Inter datang sebagai juara bertahan Serie A dan memiliki ambisi untuk kembali masuk persaingan elite Eropa.
Lautaro Martinez Tak Mau Terbebani Target Juara
Kapten Inter Lautaro Martinez menyebut timnya tetap ingin mengejar trofi Liga Champions.
Namun pemain Argentina tersebut menegaskan bahwa memenangkan kompetisi bukan sesuatu yang harus berubah menjadi obsesi. Inter ingin menjalani kompetisi satu pertandingan demi satu pertandingan dan membangun performa secara bertahap.
Pendekatan itu cukup masuk akal mengingat lawan pertama mereka adalah Madrid di Bernabeu.
Inter membutuhkan disiplin tinggi ketika menghadapi lini serang Madrid yang memiliki kemampuan mengubah pertandingan hanya melalui satu momen.
Lautaro sendiri akan memainkan peran besar. Selain menjadi sumber gol, ia berfungsi sebagai titik awal tekanan dan pemimpin ketika Inter harus bertahan tanpa bola.
Mbappe Jadi Ancaman Terbesar Madrid
Kylian Mbappe kembali menjadi nama yang paling mendapat perhatian dari kubu Madrid.
Penyerang Prancis tersebut sedang berada dalam periode produktif dan bahkan mulai membicarakan peluang meraih Ballon d’Or 2026. Mbappe baru saja mencetak 10 gol pada Piala Dunia 2026 dan kini memiliki total 22 gol di sepanjang penampilannya pada turnamen tersebut.
Meski Madrid kalah 0-1 dari Real Betis pada pertandingan terakhir LaLiga, Mbappe tetap memberikan ancaman besar. Ia sempat mengenai mistar dan gagal mengeksekusi penalti pada masa tambahan waktu.
Kegagalan tersebut justru dapat menjadi motivasi tambahan menjelang pertandingan Eropa.
Inter harus menjaga area antara bek tengah dan gelandang bertahan. Memberi Mbappe ruang untuk berlari menuju kotak penalti akan membuat pertandingan jauh lebih sulit.
Madrid Datang Setelah Kekalahan Pertama
Real Madrid sebelumnya menikmati awal musim yang positif sebelum Betis mengakhiri rekor sempurna mereka.
Gol Troy Parrott pada menit ke-81 membuat Madrid kalah 0-1. Peluang menyamakan skor muncul menjelang akhir laga setelah Vinicius Junior mendapat penalti, tetapi eksekusi Mbappe berhasil dihentikan Alvaro Valles.
Hasil itu membuat pertandingan melawan Inter memiliki tekanan tambahan.
Madrid membutuhkan respons cepat agar kekalahan domestik tidak berkembang menjadi momentum negatif. Mourinho sendiri terkenal mampu mengubah atmosfer tim dalam pertandingan besar.
Namun Inter juga bisa memanfaatkan situasi tersebut. Semakin besar tekanan publik Bernabeu, semakin penting bagi Madrid mencetak gol lebih dulu.
Liga Champions Musim Ini Langsung Panas
Pertandingan Madrid dan Inter menjadi bagian dari rangkaian matchday pertama Liga Champions yang berlangsung 8–10 September.
Selain duel tersebut, pertandingan besar lain mempertemukan Liverpool dengan Atletico Madrid serta Napoli menghadapi Arsenal. Manchester City juga membuka perjalanannya dengan pertandingan tandang menghadapi Porto.
Jadwal tersebut membuat pekan pertama Liga Champions langsung terasa seperti fase gugur.
Bagi Mourinho, kompetisi Eropa memiliki tempat khusus dalam kariernya. Ia pernah meraih Liga Champions bersama Porto dan Inter, tetapi belum pernah melakukannya bersama Madrid.
Periode kedua di Bernabeu memberikan kesempatan baru.
Duel Sarat Sejarah, tapi Hasil Ditentukan Sekarang
Secara nama besar dan sejarah, Madrid memiliki keunggulan. Mereka bermain di Bernabeu, memiliki catatan kuat atas Inter, serta diperkuat pemain ofensif kelas dunia.
Namun Inter datang tanpa beban sebagai tim yang memiliki identitas permainan dan pengalaman kompetisi tinggi.
Faktor Mourinho justru membuat pertandingan semakin sulit ditebak. Ia mengetahui kultur Inter dengan baik, sedangkan klub Italia itu juga memahami pola pikir pelatih yang pernah membawa mereka menuju puncak Eropa.
Karena itu, Real Madrid vs Inter lebih dari sekadar laga pembuka Liga Champions. Pertandingan ini mempertemukan sejarah Mourinho, tekanan Madrid untuk kembali berjaya, serta ambisi Inter membuktikan diri sebagai kekuatan Eropa.
Satu pertandingan memang tidak menentukan seluruh perjalanan musim. Namun kemenangan di Bernabeu dapat langsung memberikan pesan kuat kepada pesaing lain: siapa pun yang menang akan memulai Liga Champions 2026/2027 dengan kepercayaan diri besar.
You have not enough Humanizer words left. Upgrade your Surfer plan.













